- POINT CHAPTER 7 : Hidup Merantau Menumbuhkan Sifat Inisiatif Anak
Shafiyah : " Ummi jangan keluar kamar dulu ya, kami punya surprise"
Saat diijinkan keluar ternyata tattaraaaaa.....surprise!!!
Play room begitu rapi padahal sebelumnya mereka baru selesai sesi science project dengan bahan kimia.
Shiddiq : "Ummi ciumannya mana?"
(Hihihi...)
- Ternyata ucapan terimakasih saja tidak cukup bagi mereka. Mereka mengharapkan apresiasi hangat berupa ciuman atas inisiatif yang telah mereka lakukan.
- Sikap inisiatif bukanlah bakat lahir seorang anak. Sikap inisiatif perlu diasah dalam diri seorang anak. Menumbuhkan sikap inisiatif bukanlah sebuah proses yang instant. Butuh kesabaran dalam menumbuhkan tanggung jawab dalam diri anak-anak baik tanggung jawab akan dirinya maupun lingkungannya
- Perlu keistiqomahan dan kebijaksanaan dalam proses "mengigatkan" anak untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
- Anak-anak perlu dimotivasi untuk mampu menyelesaikan tanggung jawabnya sebelum sikap inisiatif menjadi karakter yang ada dalam diri seorang anak.
(!Kesalahan kita dalam proses "mengigatkan" justru berpotensi untuk meruntuhkan sikap inisiatif itu sendiri, apalagi bagi anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang selalu dibantu dan dilayani segala keperluannya)
- Tidak baik membangun keluarga dengan suasana "Keluarga Gadget". Keluarga yang ibunya seibu FB-an, ayahnya sibuk didepan laptop, dan anakanaknya sibuk dengan main games.
- Harus peduli terhadap apa yang dilihat sang anak dibalik gadget miliknya.
- mintalah anak-anak untuk menyelesaikan keperluan dan kebutuhan mereka sendiri disesuaikan dengan usianya.
- Anak bukanlah sebuah generasi "user" tapi "maker" atau bahkan "inventor". Bukan juga sebuah generasi "Penonton" tapi sebagai "Pemain" dalam kancah pertarungan kehidupan.
- POINT CHAPTER 8 : Kehadiran Adik Bayi Baru Memang Tidak Mudah
- Kecemburuan karena hadirnya adik baru, adalah episode rutin rumah tangga. Bentuk kecemburuannya memang berbeda2 ada yang menjadi pendiam, agresif, bahkan ada yang mencari perhatian dengan merawat dan menjaga adiknya
- pengertian perlu kita berikan sehingga mereka bisa mengerti mana yang baik dan buruk, mana yang diharapkan mana yang tidak diharapkan, mana yang benar dan mana yang salah.
- Memilih waktu dan cara yang tepat dalam memberi pengertian menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meluruskan perilaku anak.
- refleksi dapat dilakukan saat menjelang tidur untuk merefleksi kejadian sepanjang hari dalam bentuk seperti dongeng atau membaca buku.
- Penting bagi kita untuk dapat menerima bahwa perilaku tidak pantas (misbehavior) adalah sesuatu yang normal terjadi dalam proses perkembangan anak.
- Banyak kemungkinan penyebab seorang anak melakukan misbehavior diantaranya, mencari perhatian orang tua atau lingkungan sekitar; memuaskan rasa ingin tahu terhadap sesuatu; memiliki ide yang keliru dalam mendapatkan teman; persaingan dengan saudara; ketegangan di dalam keluarga; merasa frustasi karena tidak dapat memperoleh yang diinginkan; mencoba melakukan hal baru; sedang dalam keadaan mengantuk; kecapean atau lapar; serta adanya contoh buruk dilingkungan sekitar.
- Beberapa langkah yang bisa dilakukan saat nasihat biasa tidak lagi apuh untuk menghentikan misbehavior anak diantaranya :
1. Pengalihan, yaitu membawa perhatian anak pada sesuatu yang lain, sehingga ia tdk fokus pada kasus sebelumnya. Misalnya dengan memberikan kegiatan bermain yang lain saat kita akan melakukan sesuatu dimana ia tidak bisa terlibat didalamnya.
2. Pengabaian, sepanjang misbehavior yang dilakukan tidak membahayakan, pengabaian merupakan cara memberi pengertian kepada anak bahwa ia tidak berhasil mendapatkan sesuatu dengan cara yang ia pilih. bisa dengan memberikan peringatan sebanyak 3 kali.
3. Konsekuensi logis, misalnya jika tidak sigap dalam mempersiapkan diri sebelum pergi jalan-jalan, maka akan terlambat pergi, maka waktu bermainnya semakin sedikit. Jika membuang-buang makanan, maka makanan saya ambil lalu saya berikan paper towel dan memintanya untuk membantu membersihkan.
4. Time out, yaitu memisahkan sang anak dari lingkungan dimana terjadinya peristiwa. Hal ini memberikan kesempatan bagi anak untuk menenagkan diri shg kita memilii kesempatan untuk menyampaikan pesan yang perlu diterimanya. Juga memberikan kesembatan kepada kita untuk bisa berfikir jernih
- Kiki Barkiah ditengah kerepotan mengurus 5 anak tanpa ART,ia tetap melaksanakan kegiatan homeschool. Karena dengan kegiatan homeschool yang terprogram menghindari anak-anak dari kondisi "menganggur" yang sangat memungkinkan untuk mengganggu bahkan membahayakan adik bayinya.
Comments
Post a Comment