Skip to main content

Jatuh Hati pada Montessori (Seni Mengasuh Anak Usia Dini Bagian II)

Pentingnya 6 tahun pertama kehidupan

"The most important period of life is NOT THE AGE of university studies. but the first one, the period FROM BIRTH TO THE AGE OF SIX"

A. Pembagiann Usia

Montessori membagi usia menjadi empat bagian, yaitu 0 - 6 tahun, 6 - 12 tahun, 12 - 18 tahun, dan 18 - 24 tahun. terdapat fungsi, kebutuhan, dan tugas yang berbeda pada setiap tahapan tesrsebut.
Enam tahun pertama kehidupan manusia dapat dianalogikan sebagai fondasi yang kelak akan berpengaruh pada tahapan berikutnya.

"Bapak dan Ibu sibuk bekerja, Nak. Cari uang supaya nanitnya kamu bisa masuk SMA yang bagus, kuliah di luar negeri, lalu..."

sering kali kita begitu fokus pada masa depan sehingga lupa pada saat ini. PAdahal, bukankah apa pun yang terjadi pada masa depan sangat bergantung pada keputusan2 dan pilihan2  tindakan kita pada masa kini? salah satunya ada kalimat yang paling esensial pada film  The Beginning of Life adalah "if we put enough attention to the very beginning of life, then we can change the whole story"

Tentu kita sadar bahwa pada masa depan anak-anak dapat menjadi apa saja. Ia punya potensi yang sangat besar untuk tidak hanya jadi orang baik, tetapi menjadi sandaran banyak orang disekelilingnya. Namun, banyak sekali berita ttg kejahatan, juga anak-anak punya potensi untuk menjadi bagian dari bencana.

dianalogikan anak usia dini dengan semen basah. Masih ada waktu bagi orang tua untuk membentuknya seperti yang diharapkan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga semen menjadi kering dan mulai sulit dibentuk? tentu waktunya terbatas.
Saat sudah mengeras, kita memang masih bisa mengusahakan membentuknya. Namun, jika sudah terlanjur keras, bukankah baik yang berusaha mengubah maupun yang diubah akan merasa sakit?

"it is easier to BUILD UP a child than it is TO REPAIR an adult"-anonymous

"ahhh.... Nanti juga anak-anak lupa. saya saja tak ingat yang terjadi pada waktu saya kecil dahulu."

Saya sering kali mendengar orang dewasa berujar demikian. Betulkah yang mereka dengar, lihat, dan alami pada masa kecil sama sekali tak berpengaruh ketika mereka dewasa? Bagi saya, jika yang kita makan dan minum berdampak pada kesehatan fisik kita, rasanya tidak mungkin hal yang kita alami tak bermakna apa-apa.

Mungkin saja anak akan lupa pada begitu baanyak hal dan pengalaman yang kita usahakan untuknya pda masa kecil. Namu, itu semua akan tersimpan dan menjadi bagian dari dirinya, yang akan terbawa terus hingga ia dewasa kelak.

Anak mungkin lupa pada detail percakapan antar kita dengannya. ingatan tentang kita membawanya ke taman atau membuatkannya perahu kertas mungkin akan pudar. Namun, perasaan bahwa ia diperhatikan, dikasihi, dan dihormati akan membekas dan menjadi faktor penting pembentukan karakternya kelak.

Oleh karena itu, ketika orangtua sudah memahami betul pentingnya 6 tahun pertama dalam kehidupan seorang anak, saya yakin orangtua tak akan berani melakukan hal-hal yang dapat mencederai masa penting itu.

Comments