Skip to main content

Cukup Sampai Disini

Hari ini, aku sedikit terenyah.
Tiba-tiba hatiku bertanya-tanya untuk diri ini, "Hulwah kenapa kamu masih berharap sampai sejauh ini? kenapa seakan-akan selalu kamu yang merasa butuh, kenapa seakan-akan kamu yang selalu menunggu2?"

Pertanyaan yang sontak membuatku tersadar, akan kesalahanku pada diriku sendiri, seketika air mata jatuh begitu saja, lalu dilanjut dengan pernyataan "Hulwah berhenti, cukup sampai disini, berhenti untuk menunggu, berhenti untuk berharap, Hul"

Sebodoh itu, ya. Ketika manusia mencintai makhlukNya. pilihannya hanya ada dua, menyatakan atau menyembunyikan. Tapi Allah menyuruh untuk menjaga dengan sebaik-baiknya. itu yang aku putuskan.

Ya, hari ini. Aku memberanikan diri untuk pelan-pelan berani fokus untuk melangkah lagi. Walaupun selama ini, orang itu adalah salah satu semangatku dan motivasiku untuk keluar dari zona nyaman, semangatku untuk bertumbuh.
Namun, memang ini hal yang salah. Tidak sepatutnya semangat itu ada karena seseorang.

Hari ini, aku pelan-pelan belajar, bukan belajar melupakan, namun belajar mengikhlaskannya. Jika memang Allah menetapkanNya untukku biar Allah yang pertemukan pada waktu yang tepat. Namun, jika bukan orang itu, aku yakin pelan-pelan rasa ini akan Allah bantu hilangkan dan digantikan dengan rasa yg lebih baik..

Aku inget dan yakin dengan kata-kata ini :
"If Allah has written something to be yours, it will be. Time might be different. The Journey might be different. But it will be yours"

Comments