Skip to main content

Iman Adalah Mutiara

"Iman tak dapat diwarisi dari seorang Ayah yang bertakwa, ia tak dapat dijual beli, ia tiada di tepian pantai. Walau apapun caranya jua, engkau mendaki gunung yang tinggi, engkau meretas lautan api, namun tak dapat jua dimiliki, jika tidak kembali pada Allah."

Aku sedikit mau berbagi terkait nasyid ini dan sempat dapat materi terkait ini.
Jadi iman seorang Ayah yang bertakwa itu gabisa diwarisi ke anak, mau apapun kondisinya. Iman bukan hal yang bisa diwarisi. Maka dari itu salah satu dalam parenting islami, peran utama sosok Ayah untuk anaknya adalah menumbukan serta membangun keimanan itu pada anak-anaknya. Sementara, kalau kita berbicara peran Ibu, peran ibu untuk anak adalah membangun karakter, akhlak yang mulia kepada anak. Maka disini salah satu yang dimaksudkan bahwa Ibu adalah madrasah utama untuk anak-anaknya. Karena memang sosok Ibu itu perlu memiliki wawasan yang luas, karena darinya yang akan mengajarkan anak-anaknya untuk membentuk anak2 yang berakhlaqul karimah. 
Oleh karena itu, begitu pentingnya peran orangtua dalam membimbing, mendidik anaknya, perlu sama-sama peduli untuk terus menambah ilmunya

Maka, seorang anak itu bisa berkemungkinan 2 hal untuk orang tuanya, yaitu anak yang membawa kebaikan untuk orang tuanya atau anak yang membawa "fitnah" untuk orang tuanya.

Fitnah yang dimaksud disini adalah fitnah yang terjadi akibat perbuatan anaknya, misal anaknya berperilaku tidak baik, lalu ada temennya bilang ke temennya "ih kok nih anak gini banget sih, padahal orangtuanya sholeh/ah lho, atau padahal ayahnya ustadz lho", nah ini fitnah yang dimaksud, kan jadi kasian ya orang tuanya :''

Nah, jadi misalkan kita menemukan hal yang serupa, bisa jadi orangtuanya udah sering berkali2 nasihatin, tapi ya apa daya, hidayah itu gabisa menghampiri, perlu diri kita yang jemput. Tah kalo anaknya ga jemput hidayah itu ya ga bakal dapet2.
Contohnya kaya fir'aun aja, bahkan Allah udah beberapa kali menunjukkan mukjizat Nabi Musa di depan Fir'aun, tapi tetep aja dia ingkar masih mengaku sebagai tuhan. 

Jadi, orang tua dan keluarga terdekatnya perlu terus berusaha membangun keimanan dan akhlak yg baik untuk anaknya, jangan lupa didoakan juga, karena tetap orangtua adalah landasan utama dalam membangun anak-anaknya agar kelak ketika anaknya sudah baligh, maka tidak hanya baligh secara reproduksi, namun baligh secara keseluruhan sudah baik pula akalnya, hatinya, fisiknya, ruhiyahnya, dll.

Jadi, kalau kita menemukan hal ini seperti dicontoh jangan menyalahkan orangtuanya atau malah bergosip, cukup jadi intropeksi untuk diri kita juga untuk terus lebih baik :)
Semoga kita sebagai anak bisa menjadi kebaikan untuk kedua orangtua kita, keluarga kita, dan menjadi anak yang layak dan membanggakan untuk mereka yaa :'), ya memang hanya anak-anak yang shaleh yang bisa menolong orangtuanya kelak :'). 
Dan jangan lupa untuk sering mendoakan orang lain juga ya, terutama orang2 yang kita cintai :)

Comments