Skip to main content

Menikah

Menikah.

Satu kata yang bermakna untuk menemani sepanjang hidup. One to many, begitu mungkin relasi ERD nya. 1 kata yang memiliki banyak makna, 1 kata yang perlu memiliki banyak kesiapan, 1 kata yang memiliki banyak cita.

Kesiapan disini kuartikan dengan makna "merasa cukup", tidak merasa kurang atau lebih. Karena menurutku menikah itu sederhana, tidak harus menunggu sempurna. 

Kenapa gitu? Karena "rasa lebih" nya bisa dibangun bersama-sama, sedangkan kalau "merasa kurang" mungkin bisa dipersiapkan sebelum menikah untuk kejenjang "merasa cukup". Hal apapun itu.

Bahkan terkadang yg terlihat lebih belum tentu "merasa cukup". Pun bisa jadi yg terlihat kurang, bisa jadi dirinya sudah "merasa cukup". 

Misal, masih belum siap mental. Ini buatku adalah rasa kekurangan yg perlu dipersiapkan lagi untuk benar2 merasa cukup.

Ketika melihat kakakku, aku sebagai adiknya melihat kakakku udah "merasa cukup". Disinilah kesiapan yang sesungguhnya tampak. 
Keberanian itu hadir dari "merasa kecukupannya".
Menjadi imam tidak mudah memang, tapi ketika sudah merasa cukup nantinya akan dg mudah menginginkan untuk mengupgrade diri baik wawasan, mental, financial, ibadah, dll. Tidak sendiri lagi, tapi berdua untuk sama-sama mengupgrade diri, yg awalnya merasa cukup maybe permisalan nilainya B, akan dinaikin dg bersama-sama hingga tak terhingga. Seperti nikmat yang ga akan pernah bisa diukur oleh ukuran apapun.


Comments