Belajar dari sebuah lampu, ia benda mati, namun bermanfaat sekali untuk kita manusia.
Kita butuh penerang.
Kita butuh penerang di kegelapan.
Pantas saja, orang-orang sebelum kita pada masanya menunggu cahaya terang untuk bisa keluar dari kejahiliahan;
Ketika zamannya nabi musa, sedang zamannya orang yang melahirkan anak laki-laki harus dibunuh, karena Fir'aun bermimpi bahwa akan ada sosok laki-laki yang akan berani menentangnya, sehingga Ibu Nabi Musa dengan penuh kerelaan menitipkan Nabi Musa ke Rabb semesta alam dengan cara menghanyutkannya ke Sungai Niil.
Ketika zamannya sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai rasul, para perempuan direndahkan, dijadikan budak, bahkan ada masanya melahirkan anak perempuan adalah suatu hal yg bikin malu, karena kelak perempuan dimaknai kelak akan menjadi budak tidak bisa menjadi pemimpin, sehingga banyak orang tua yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup.
Miris sekali :'(
Nyatanya, perempuan sosok yang sangat Allah muliakan, bahkan Allah buat surah tersendiri, yaitu An-Nisa. Saking mulianya, Allah jadikan dirinya sebagai pintu surga bagi anak-anaknya. Allah amanahkan dirinya untuk menjadi pemimpin dalam menjaga rumahnya.
Nyatanya, Nabi Musa berhenti di satu titik sehingga sampai ke tempat tinggal Fir'aun, dan diasuh langsung oleh istrinya, yaitu Asiyah istrinya Fir'aun, sosok perempuan yang begitu kuat tauhidnya, walaupun tak jarang Fir'aun menyiksanya. Sehingga perantara Nabi Musalah Allah memberikan penerang untuk kaumnya, bani israil saat itu.
Tanpa penerang hidup semuanya tak tahu akan seperti apa, karena hati, penglihatan, pendengaran semuanya buta. Maka kejahiliahan pun pasti akan merajalela.
Islam menjadi penerang atas semua masalah kehidupan, menjadi cahaya yang sungguh tak terbantahkan. Membuat mata, hati, telinga manusia menjadi melihat mana yang baik dan mana yang tidak.
Ia menjadi penerang kehidupan untuk persiapan kehidupan selanjutnya,
Untuk menjadi penerang di kuburan kelak jika taatnya kita di dunia kepadaNya sudah approved.
Sehingga Allah istirahatkan kita dengan penuh kedamaian dan penerangan..
Comments
Post a Comment