Skip to main content

Mengenali Diri

Di saat diri lagi 'tidak baik-baik saja' belajarlah untuk mengakui akan hal ini. Lebik baik mengakui, dibanding memaksa diri untuk tetap merasa 'aku baik-baik saja'. Belajarlah untuk jujur pada diri, dan belajar menerima bahwa setiap diri tidak selamanya kuat, bahwa diri memiliki kelemahan.

Dengan ini kita bisa memberi jeda untuk berkontemplasi; berbicara pada hati terkait apa sih yang sebenarnya sedang terjadi dan bertanya sebenarnya diri kita tuh mau apa, udah benar2 karena Allah kah atau dengan cara berbagi cerita (curhat) ke orang terdekat kita karena cerita merupakan suatu kebutuhan juga untuk diri. Selain cerita ke Allah, kita juga butuh sikap asertif dari seorang pendengar. Karena itu juga merupakan salah satu hal yang nantinya akan membuat hati kita lebih lega dan mudah menerima.

Jangan sampai kita overthingking bahwa dengan berbagi cerita, kehidupan seseorang akan semakin terbebani. Jangan. Lihat kondisi dan waktu boleh, tapi jangan berpikiran yg belum pasti. Bahkan dengan berbagi cerita membuat orang yg dijadikan sbg pendengar merasa dibutuhkan, dapat mengambil pelajaran  atau yg lainnya. 

Menjalani kehidupan memang perlu bantuan orang lain, bukan?
Kalau semuanya serba sendiri, tak jarang stress menghampiri, bahkan mungkin akan banyak orang yg mudah frustasi, apalagi kalo iman sudah tidak di titik tertinggi. Jangan sampai, ya! 

Allah menghadirkan kita di Bumi-Nya adalah bukti bahwa diri kita istimewa, istimewa dengan versinya masing-masing. Maka jadilah yang terbaik versimu ;)

Depok, 16 Agustus 2021

Comments